Sunday, November 24, 2019

Perjuangan Mendapatkan Kartu NPWP

Abdian
Sebagai seorang warga negara yang baik, kepemilikan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) tentu menjadi kewajiban apalagi jika sudah berpenghasilan. Bagi orang yang bisa dibilang belum bekerja seperti saya pun masih memerlukan NPWP untuk keperluan berkas melamar pekerjaan atau dokumen online untuk syarat pendaftaran sebuah aplikasi (biasanya aplikasi yang berhubungan dengan uang dan OJK). Dulu juga saya pernah diminta mengirimkan NPWP unutk syarat memasukkan berkas lamaran pekerjaan dan saat itu saya isi saja dengan sebuah file pdf yang menyatakan saya belum mempunyai NPWP. Dari situ saya akhirnya mencoba mengurus NPWP untuk saya pribadi.

Saat itu saya mengurus online dari situs pajak ereg.pajak.go.id. Saya hanya mengisi semampu saya saja karena saya ingat ketika saya mengisi dulu ada beberapa bagian yang membuat saya bingung cara mengisinya. Setelah saya rasa cukup, saya lalu kirimkan pengajuan permohonan NPWP tersebut. Setelah terkirim saya menunggu untuk waktu yang cukup lama. Seingat saya dulu saya mengajukan permohonan pada bulan juni 2019 namun sampai oktober 2019 belum juga ada kejelasan.

Setelah berbulan-bulan tidak ada kejelasan saya mencoba mendatangi langsung Kantor Pajak Bengkulu yang berada di kawasan Padang Harapan. Saya temui satpam kantor pajak tersebut dan menanyakan mengenai pengajuan NPWP saya yang tertunda. Beliau bilang bisa jadi ada berkas saya yang kurang dan dari kurang tersebut akhirnya tidak diproses. Beliau menanyakan keperluan dan pekerjaan saya dan bilang kepada saya untuk kembali lagi membawa surat kerja. Saat itu saya bilang saja orang tua punya toko fotokopi dan bis dibilang sebagai orang yang kerja disana. Namun setelah panjang lebar beliau menjelaskan akhirnya Pak Satpam kebagian kantor dan menanyakan email untuk pelayanan pajak Bengkulu dan saya cukup melengkapi berkas tersebut dengan mengirimnya ke email tersebut tanpa harus datang ke kantor.

Kemudian saya hubungi orang pajak Bengkulu melalui e-mail dan bilang saya sudah mencoba mendaftar online dengan menyebutkan nomor transaksi pendaftaran dari websitenya.  Esoknya surat saya dibalas dengan mengatakan bahwa berkas saya kurang (hanya sebatas upload KTP) dan harap mengirimkan salah satu dari Surat Keterangan Kerja, Kartu kuning pencari kerja (jika masih mencari kerja) atau brosur pendaftaran lowongan kerja (jika sudah tau mau melamar kerja dimana). Tidak perlu berpikir lama saya kirimkan file Kartu Kuning pencari kerja saya ke email tersebut (Waktu itu tanggal 22 Oktober 2019). Tak lama setelah itu terbitlah nomor NPWP saya.

Namun belum sampai disitu, setelah dikatakan dikirim oleh orang pajak Bengkulu pada tanggal 23 Oktober 2019 melalui pos, saya mencoba menunggu kartu NPWP tiba dirumah. 1 minggu, 2 minggu, bahkan 3 minggu berlalu kartu saya tak kunjung sampai. Pada minggu kedua saya mencoba email kembali dan orang kantor pajak bilang memang sudah dikirim pada tanggal 23 Oktober 2019. Tetapi misalnya belum juga diterima hingga 23 November 2019 maka silahkan datang ke kantor kembali untuk dicetak ulang, seperti itu orang kantornya bilang. Hingga pada minggu ketiga tak kunjung datang, saya coba datangi kantor pos pusat Bengkulu dan ternyata tak semulus yang saya duga.

Setelah saya datangi Kantor Pos Bengkulu dan menanyakan mengenai NPWP, bapak pos bagian logistik paketnya bilang bahwa Pos Bengkulu tidak pernah ada kerja sama dengan kantor pajak untuk mengirimkan kartu NPWP. Beliau bilang yang menjalin kerjasama itu kantor pajak dengan ekspedisi NCS. Saya diarahkan untuk cobe menanyakan kartu saya tersebut di kantor NCS yang berada di Linkar Barat. Lalu saya langsung menuju ke kantor NCS dari kantor pos tersebut. Setibanya saya disana saya langsung bilang keperluan saya kepada Bapak kantor NCS untuk mengambil NPWP saya. Saya sebutkan nama dan dilacaklak paket saya. Saat itu saya mencarinya tanggal 14 November 2019 dan ternyata paket saya sudah dikembalikan oleh NCS ke kantor pajak pada tanggal 11 November 2019. Alasan pengembaliannya dikarenakan nomor saya tidak aktif. Ternyata setelah dicek ulang nomor saya didata NCS salah. Saya tidak mengecek juga apakah alamat saya dipaket salah atau tidak, tapi saya yakin benar dan disana saya berpikir orang NCS tidak berusaha untuk mengirimkan paket secara langsung ke alamat tujuan. 

Akhirnya saya datang ke kantor Pajak kembali dan menanyakan di counter tentang kartu NPWP saya yang dikembalikan. Saya sedikit ceroboh waktu itu karena saya tidak membawa kartu identitas diri seperti KTP tetapi syukurlah mbak pajaknya tidak masalah saya menunjukkan foto KTP saja. Kemudian mbaknya ke dalam mencari kartu saya dan 5 menit kemudian kartu saya sudah ditangan saya.

Ada beberapa poin yang yang membuat saya kewalahan dalam mendapatkan kartu NPWP ini:
1. Tidak ada kejelasan permohonan online saya apakah ditolak atau diterima atau hanya sebatas berkas kurang. Padahal terdapat alamat email pada akun pendaftaran tersebut.
2. Pihak kantor Pajak Bengkulu bilang kartu NPWP akan dipaketkan melaui pos tetapi ternyata menggunakan ekspedisi NCS dan hanya NCS yang menjalin kerjasama pengiriman NPWP dengan kantor pajak Bengkulu.
3. Pihak NCS terkesan tidak berupaya mengirimkan paket ke alamat tujuan dan hanya bergantung pada nomor handphone, akhirnya pasrah karena nomor handphone saya di paket salah. Padahal rumah saya berada di pinggir jalan besar.

Untuk teman-teman, jika mengurus NPWP online namun tidak ada kejelasan coba langsung datangi saja kantor pajak di kota masing-masing. Jika kasusnya seperti saya berarti kurang dokumen Surat Keterangan Kerja, Kartu kuning pencari kerja (jika masih mencari kerja) atau brosur pendaftaran lowongan kerja (jika sudah tau mau melamar kerja dimana). 

Terkhusus teman-teman bengkulu, silahkan menghubungi kantor pelayan pajak KPP Pajak Bengkulu di alamat email berikut:
pelayananbengkulu@gmail.com

About the Author

Abdian / Author & Editor

Selamat datang di Catatan Kecilku. Nama saya Abdian Hadi Pasmai - Saya berasal dari Bengkulu. Blog ini adalah tempat saya bercerita mengenai apa yang saya alami. Enjoy it! .

0 komentar:

Post a Comment