Thursday, July 28, 2016

Jalan-Jalan Sore..

Abdian
2 hari berlalu dari kejadian yang ingin diceritakan. ya, 2 hari yang lalu saya bersama teman pergi menonton film rudy disalah satu bioskop di padang. sesuatu rencana yang tidak hanya menjadi wacana saja.

Setelah di pos sebelumnya saya pernah bilang sudah menamatkan bukunya Rudy dari Gina S. Noer yang enjadi inspirasi pembuatan filmnya. kini terasa lengkap karena saya sudah selesai menonton filmnya. ya baru kesampaian menonton. padahal ketika di Bengkulu kemarin ada bioskop 21 yang lagi menayangkan film tersebut. tetapi tidak sempat nonton (red: malas nonton sendiri ). dan akhirnya kesampaian juga...

Jadi karena saya sudah pernah membaca bukunya otomatis saya mengingat kisahnya dan menhubungkan apa yang ada dibuku dan yang ada di film. memang sih ada beberapa adegan film yang saya rasa tak sesuai dengan cerita dibuku. mungkin itu sengaja agar filmnya lebih dramatis dan lebih menarik untuk ditonton.contohnya saja seperti ketika rudy memberikan surat ajakan makan mala kepada ayu, yang dapat dilihat dari ekspresinya membuat ayu ke geeran. seingat saya dibuku tidak ada seperti itu. dan bisa saja karakter ayu difilm tersebut dibuat untuk menyeimbangkan cerita karena Rudy pada filmnya menyukai Ilona.
ngomong-ngomong soal Ayu ini, awal-awal sempat bingung tokoh siapa ini di buku. namun ketika ditengah film. ketika saya melihat orang yang terus bersama ayu (sugeng) memanggil ayu dengan panggilan ndoro, baru saya ngeh bahwa itu tokoh yang itu, yang dibuku. saya ingat karena dibukunya Rudy sering mengunjungi tempat tinggal ayu apabila tidak ada makanan (karena dirumah ayu banyak makanan). nah ketika Rudy sampai, dia melihat sugeng duduk dilantai dan seketika saja berbicara "kenapa kamu duduk dilantai?". pertanyaan itu ternyata membuat canggung ayu dan sugeng. Lalu diluar sugeng berkata bahwa ayu mempunyai darah kerajaan dan dia darah pelayan kerajaan. walaupun sama-sama kuliah dijerman tetapi dia tetap harus melayani si ayu ini. Nama di novelnya panjang, saya tidak ingat.

Dari segi cerita, film ini layak diacungi jempol karena memang hasilnya sangat memuaskan sekali. ada banyak konflik yang membuat cerita semakin menarik. yang paling sedih menurut saya ketika adegan bapaknya meninggal dalam sujud terakhir. sesuai dengan dibuku bapak beliau meninggal dalam keadaan sholat ketika mengimami keluarganya sholat maghrib. seketika tangis pecah dan membuat semua anggota keluarga histeris. 

sayang bukunya saya tinggal di Bengkulu. ada beberapa bagian yang saya lupa yang sebenarnya ingin saya baca kembali. tetapi secara keseluruhan, buku maupun filmnya memang sama-sama bagus sekali. tidak sabar untuk melihat lanjutannya. heheh

oh ya, waktu itu kami menonton jam 18:45. waktu itu kami niat nonton sore tetapi ternyata terlambat. dan loket pembelian tiketnya baru buka kembali jam 5 sore yang mana waktu itu jam 4 sore lewat 20. akhirnya saya menyarankan untuk mencoba pergi ke Musuem Adityawarman dan melihat tugu gempa. dan tenryata musuemnya tutup pukul 16:00. tetapi kami diberikan izin oleh petugas pos untuk berkeliling taman karena buka sampai jam 6 sore. akhirnya kami kesana, melihat pemandangan disekitar sana. dan melihat bangunan musuem yang sedang ditutup. waktu disana saya sempat mecoba mengabadikan beberapa foto tempat disana.
Musuem Adityawarman

Sunday, July 17, 2016

Book, Journey, Life!

Abdian
Membaca memang seperti sesuatu yang adiktif, yang apabila engkau telah menyukainya, kau akan tenggelam dalam lamunan paragraf sastra. 

Kalimat diatas hanyalah sebagian kecil yang menggambarkan keindahan membaca. Kebetulan saya memang suka membaca. sedari kecil saya suka membaca komik dan juga cerpen anak-anak di surat kabar lokal mingguan. 




Saturday, July 9, 2016

Lebaran Alhamdulillah..

Abdian
yosh!! kembali lagi dengan saya dihari keempat lebaran. setelah sebelumnya sempat mudik ke tempat nenek di talo (tanah abang) dan di seginim dan sampai lagi dihari ketiga lebaran.

sebelumnya saya mau ceritain sedikit dulu kerjaan selama liburan ini sebelum lebaran. jadi saya sudah sempat reunian di acara buka puasa bersama dengan teman kelas sma dulu, citos. dan juga saya mengisi waktu dengan membaca buku yang belum lama saya beli. buku itu dijadikan inspirasi dalam pembuatan film masa mudanya seorang insinyur pesawat terbang yang juga mantan presiden RI yang ke-3, yakni pak B.J Habibie. ya buku itu berjudul Rudy, yang mana judul filmnya hampir-hampir mirip lah. padahal filmnya lagi tayang dibioskop sekarang tapi malah baca buku. ya soalnya buku enak kalo dinikmatin sendiri, kalo film kagak :v
Biru Merah emang keren ya. 

beberap hari yang lalu juga saya sempat merapikan posisi buku di rak buku saya. beberapa yang saya rasa muat saya letakkan di lemari kaca di meja belajar. sisanya di rak buku disebelahnya. dan juga sempat membongkar dan membereskan barang lama. alhasil ketemu kenangan lama ini.

Saturday, July 2, 2016

Pulang!

Abdian

hai!!!
malam ini saya mengetik tulisan ini dalam kamar tercinta saya. ya kamar tercinta yang berarti saya sudah pulang kerumah. setelah lebih 2 minggu berjuang mengisi liburan dengan kegiatan di labor tercinta. akhirnya tibalah masa libur bagi kami. :D

Tiket pulang sudah saya pesan jauh-jauh hari untuk tanggal 30 juni kemarin. kalo tidak salah dipesan tanggal 21. ya hal itu dilakukan karena mengingat ini masanya mudik lebaran. penumpang pasti rame dan hampir gak tercukupi. kalo gak cepat-cepat ambil kursi ya resikonya gak dapat. heheh dan ternyata benar, ketika dalam perjalanan saja sekitar 3 orangan duduk di kursi tambahan untuk pulang ketujuannya. disebut kursi tambahan karena memang bukan kursi bus yang seharusnya. kursinya berupa kursi kecil yang dipakai untuk duduk saja. tanpa sandaran, hanya untuk duduk.