trauma vai amor?

Monday, November 02, 2015

Beberapa hari ini semangat dalam merantau menuju perkuliahan terasa menurun. perasaan dalam jiwa ini sesak, seperti ada yang memaksa keluar. mungkin itu salah satu penyebab aku banyak ngambil jatah absen kuliah akhir-akhir ini. tapi walau dikatakan begitu, aku tak tau apa yang ada didalam hati ini. seolah-olah mengundang memori lama yang membuat raga menjadi tak berdaya, jiwa terombang ambing karenanya. emang sebegitu parahkan memori itu? entahlah, aku sendiri tak tau jawabannya.


memori yang selalu terbayang itu tak pantas untuk aku kenang terus, apalagi yang menyangkut perasaan yang sensitif. karenanya jiwa ini menjadi labil. sebuah kenangan lama beberapa tahun yang lalu yang mengingatnya saja membuatku sangat menyesal dan merasa diri ini orang paling pecundang didunia, ya yang tentunya sebagai lelaki. sampai saat ini aku merasa sulit untuk menjauhkan ingatan itu. semakinku berusaha menjauh, semakin terlintas dibenakku ini. mulai dari menjauh dan semakin jauh sudah kucoba dan hasilnya tetap saja sama, seperti sebuah jiwa yang terjebak dalam botol kaca tanpa celah.

apa ini cerita lama yang tak kan mungkin bisa diulang, karena aku hanya bisa mengenangnya tanpa bisa melakukan apapun untuk mengubahnya. atau ini adalah sebuah irama kehidupan yang mungkin bisa membuatku menjadi lebih kuat atau bahkan sebaliknya. atau sebuah kisah yang membuaku menjadi lebih baik dari sebelumnya. apapun itu, yang jelas eu trauma vai amor.

You Might Also Like

0 komentar

Followers

My Photo